Langsung ke konten utama

Belajar Memotivasi Diri

Ekspresi apa yang terukir diwajah kalian ketika aku menuliskan kata GAGAL?

Hal apa yang sudah kalian lakukan tetapi tidak berhasil atau bisa disebut suatu kegagalan sampai kalian menyalahkan keadaan?


Well, sebagai seorang manusia yang tidak luput dari kesalahan sekecil apapun, aku juga pernah mengalami suatu kegagalan yang selalu membuatku berpikir “Ah, seharusnya aku tadi nggak menyelesaikannya dengan cara seperti ini” “Harusnya aku bisa lebih kritis dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil langkah”

Ya, pikiran-pikiran negatif seperti itu memang kadang muncul disaat yang tidak tepat, selalu muncul disaat kita sudah terlanjur mengambil jalan lain. Tapi, setelah kamu terlanjur mengambil jalan yang seharusnya tidak kamu ambil, sudahkah kamu memikirkan hal setelahnya? Tidak selalu jalan lain yang kita ambil adalah jalan yang buruk, mungkin sebagian besar memang tidak sesuai harapan, tetapi coba perhatikan? Adakah dari kalian yang dengan keputusasaan mengambil jalan lain malah membawa kebermanfaatan?

Tidak, aku tidak akan terus bercerita mengenai kegagalan. Justru sebaliknya, disini aku ingin membuat kalian memotivasi diri sendiri lewat kalimat positif yang harus selalu kalian tumbuhkan. Aku ingin membagikan sedikit dari kisah hidupku yang berhasil aku ubah dan membuat diriku yang sekarang berterima kasih akan hal itu.

Sebelumnya, sudahkah kamu mengubah pemikiran dengan mengganti kata “Kenapa aku mencari aman dengan mengambil jalan lain yang bukan menjadi tujuanku?” menjadi “Enggak, ini bukan akhir, tetapi sebaliknya ini adalah awal dari perjalanan yang akan aku arungi di jalan lain”

Disini aku bukan manusia kuat, aku juga pernah merasa salah mengambil tindakan yang membuatku harus mengambil jalan lain. Ketika itu aku adalah seorang siswi sekolah menengah pertama yang akan segera melaksanakan ujian untuk selanjutnya menempuh ke jenjang yang lebih tinggi.

Satu hal yang sampai sekarang masih aku sesali adalah kenapa dulu aku sangat pemalas. Merugilah diriku yang jarang membaca ulang materi pelajaran sepulang sekolah. Karma yang langsung aku dapatkan adalah aku merasa kesusahan dalam suatu ujian. Mengerjakan soal dengan hanya mengandalkan sistem kebut semalam dan mengingat materi yang telah lama diajarkan. Selalu senang dengan hasil mepet yang penting tidak mendapat remidial. Kebiasaan buruk ini aku bawa sampai menjelang ujian nasional kala itu. Dengan masih mengandalkan sistem kebut semalam, alhasil nilai yang keluar tidak cukup tinggi untuk mendaftarkan diri ke sekolah menengah atas yang aku impikan sejak lama.

Merasa menyesal dan menyalahkan diri sendiri sudah sering terjadi pada diriku yang dulu. Merasa bersalah pada semua orang yang telah mendukung karena tidak bisa memberikan hasil yang memuaskan pasti pernah aku alami.


Memikirkan kesalahan yang telah terjadi memang bukan cara yang tepat. Setelah mengurung diri dan merasa cukup tenang, aku mulai berpikir. Mungkin disaat itu diriku sedikit demi sedikit mulai berubah, bisa dibilang aku menjadi lebih tenang dan memikirkan langkah apa yang bisa aku lakukan kedepan untuk menebus kesalahan diriku di masa lampau. Kata-kata positif bermunculan di kepala seperti “Di SMA nanti aku harus lebih rajin, tidak boleh ada kata malas lagi” “Aku harus memperbaiki nilai akademisku dan mendapat ranking di sekolah” tanpa sadar, kata-kata tersebut perlahan membuatku bersemangat. Tidak ada yang tahu sejak kapan aku mulai menanamkan kata-kata penyemangat dan memotivasi diri sendiri. Yang jelas diriku yang sekarang adalah orang yang memiliki semangat dalam melakukan sesuatu dan lebih berhati-hati dalam mengambil langkah.

Hal tersebut aku buktikan ketika menjelang ujian. Seminggu sebelumnya sampai mendekati waktu ujian aku habiskan dengan membaca ulang materi yang telah aku dapat, merangkumnya dalam pikiran telah menjadi kebiasaan baru tanpa disadar. Mengubah prinsip dari yang sebelumnya “Tidak masalah nilai mepet asal tidak remidial” menjadi “Harus dapat nilai tinggi kali ini, harus jauh diatas kkm”.Ya, disaat itu aku menyadari bahwa aku telah memberikan semangat kepada diriku. Membiarkan kalimat positif terus ada dikepalaku adalah suatu capaian yang bahkan diriku dulu tidak bisa melakukannya.

Satu hal yang dapat aku tegaskan disini adalah jangan terus merenung dan menyalahkan diri atas segalanya. Mungkin jalan lain yang kamu ambil suatu saat adalah jalan paling tepat untukmu mengubah diri. Coba berikan semangat pada diri sendiri dengan mengisi pikiran menggunakan kalimat positif. Tidak ada yang salah dengan memotivasi diri sendiri karena tidak semua orang dapat melakukannya. Ada pula yang merasa termotivasi dengan perkataan orang lain. Setiap orang memang mendapat motivasi diri lewat cara yang berbeda, tetapi tidak peduli bagaimana cara mendapatkannya kalimat motivasi sudah seharusnya ada dalam diri setiap insan.

Komentar